Teh Mahal vs Teh Murah : Apa Bedanya?

Untuk orang-orang yang mulai terjun ke dunia teh dan mulai coba-coba, pasti penasaran apa sih yang bikin harga teh berbeda-beda. Ada teh standar yang harga 5 ribuan saja bisa dapat banyak, ada yang 100 ribu cuma dapat 50 gram atau 10 kantung teh saja.

Di Indonesia, teh adalah minuman yang sangat populer, tapi cuma yang murah saja, alias teh celup atau teh tubruk dengan harga 5.000 sampai maksimal 20.000 rupiah yang banyak dijual di minimarket terdekat.

Lantas apa masalahnya dengan teh murah?

Coba lihat teh celup murah yang biasanya anda beli. Kalau kantungnya dibuka, anda bisa lihat sendiri kalau isinya kebanyakan dedaunan teh yang bentuknya serpihan kecil dan bercampur dengan serbuk atau batang.

Bagaimana dengan teh tubruk? Kalau yang murah, isinya pasti sama saja. Dedaunan pecah, ranting dan batang, serta daun yang tidak jelas kapan expirednya.

Memang teh mahal tidak pasti lebih enak dari teh murah. Batang daun teh justru bisa memberikan rasa yang khas di lidah. Malah, ada teh yang khusus terbuat dari batang daun teh saja.

Daun kukicha atau twig tea  pada wadah piring hitam
Kiku-cha (茎茶) atau Twig Tea: lebih dari 50% isinya adalah batang dan ranting daun teh terpilih

Tapi karena harganya murah, teh yang diminum dan dikenal oleh orang Indonesia jadi cuma itu-itu saja. Padahal banyak jenis teh yang lain yang belum pernah disentuh orang Indonesia dengan aroma dan rasa yang mantab, dan dengan harga yang tidak terlalu jauh juga.

Jadi apa yang membuat harga teh “premium” lebih mahal?

Kantung teh menentukan harga

Mungkin anda pernah beli teh celup yang harganya agak mahal, dan kantong tehnya berbeda dari teh yang biasanya anda beli. Itu karena jenis dan bahan kantung teh sangat berpengaruh pada cita rasa teh.

Jenis kantung teh

Ada beberapa jenis kantung teh yang sekarang paling sering digunakan:

Kantung teh amplop atau persegi, piramida, dan bulat
  • Kantung teh amplop: Kantung teh yang paling familiar di Indonesia dan seluruh dunia. Kantung teh ini kecil dan tidak memiliki banyak ruang, sehingga daun di dalamnya berupa serpihan2 saja.
  • Kantung teh Bola: Kantung teh ini tidak pernah saya temukan di Indonesia, tapi cukup umum di supermarket Eropa. Kantung teh ini kira-kira sama dengan model amplop. Ia tidak memiliki ruang yang besar sehingga teh yang digunakan juga serpihan. Biasanya model kantung teh ini tidak memiliki tali, karena memang dibuat untuk diseduh lebih lama dari kantung teh biasa.
  • Kantung teh piramida: Kantung teh ini biasanya ditemukan pada teh celup yang lebih premium, dan tentunya lebih mahal dari teh celup di minimarket. Teh celup piramida adalah jawaban untuk anda yang menginginkan kualitas daun teh yang baik namun tetap dapat praktisnya teh celup. Kantung model piramida memiliki ruang yang cukup besar agar daun teh bisa mengembang dengan baik.

Awalnya, teh celup menggunakan kain sutra sebagai material kantung tehnya. Tapi karena kurang efisien dan kurang ekonomis, jenis dan bentuknya terus berganti hingga saat ini.

Sekarang, jenis teh celup yang paling umum adalah model amplop dengan material filter kertas. Namun karena mengedepankan praktis dan murah, kantong teh jenis ini volumenya kecil. Sehingga teh yang dimasukkan juga harus pas, yaitu yang berukuran kecil, atau serpihan dan serbuk daun teh yang biasanya hanya menjadi ampas.

Padahal, teh yang bagus membutuhkan ruang untuk bisa mengembang agar rasanya bisa keluar. Karena itu, banyak teh yang berkualitas modelnya bukan celup, melainkan loose leaf atau di indonesia, lebih dikenal dengan teh tubruk atau teh non-instan.

Bahan kantung teh

Material yang digunakan pada kantung teh juga dapat berpengaruh pada cita rasa teh celup. Teh yang murah biasanya menggunakan material kertas, karena memang bahannya paling murah.

Sayangnya, bahan kertas dapat merubah rasa dan aroma teh, karena ada benda-benda asing seperti staples dan lem. Selain itu, teh celup dengan bahan kertas telah terpapar oleh bahan kimia seperti klorin sebagai bahan untuk memutihkan kertasnya agar terlihat lebih menarik.

Sementara, teh celup yang lebih mahal selain bentuknya piramida dan volumenya lebih lebar, juga menggunakan bahan nilon, atau filter kain dan filter kopi.

Teh celup dengan kantung teh piramida pasti lebih mahal karena memiliki daun yang lebih berkualitas, lebih utuh, dan bahan kantung yang lebih mahal juga.

Branding/Merk

Nama Twining, Lipton, Dilmah, dan Harney & Sons, sudah terkenal sebagai merk teh ternama yang mendunia dan dikenal di mana-mana, sehingga brand nya sudah memiliki nilai sendiri.

Kalau di Indonesia, brand-brand tersebut juga sebagai brand impor sehingga harganya pasti naik, padahal kualitas belum tentu berbeda.

Branding dan Kualitas Daun

Dalam artikel grading daun teh, saya sudah menjelaskan tentang standar dalam dunia teh. Karena tidak ada standar dan badan pengawas, teh yang anda beli bisa saja tidak sesuai apa yang diiklankan.

Beberapa tempat seperti Yunnan di China atau Uji di Jepang sudah menjadi tempat yang terkenal di antara komunitas teh. Yunnan terkenal akan puer’h nya, sementara Uji terkenal akan teh hijau matcha.

Katakanlah kita membeli teh matcha Uji. Banyak vendor yang bilang mereka menjual matcha yang sumbernya dari Uji, tetapi nyatanya, banyak matcha yang sebenarnya dari wilayah lain di jepang, kemudian dikirimkan ke Uji untuk dipacking, dan diiklankan sebagai matcha Uji.

Di China misalnya, ada banyak penjual yang menggunakan berbagai macam cara untuk manambahkan nilai pada brand-nya. Ada vendor teh yang mengaku tehnya dipanen dari pohon teh yang berusia ratusan tahun. Padahal, pohon tersebut sudah tidak boleh dipanen oleh pemerintah China atau sudah di booking oleh pembeli kaya raya.

Tapi ini bukan berarti brand tidak memiliki nilai sama sekali. Justru karena tidak ada standar ketat dalam pasar teh, branding penting agar kita bisa mengenal mana merk yang menjual teh abal-abal dan mana yang menjual teh berkualitas.

Dahulu Pada abad ke-19, banyak green tea palsu asal China dijual di Inggris. Dust tea–serbuk teh dan bagian paling rendah dari teh–digumpalkan dan diberikan pewarna buatan yang berbahaya agar terlihat sebagai teh kualitas tinggi.

Mereka juga menjual teh yang sudah bekas minum, kemudian daunnya dikeringkan lagi dan dikemas ulang. Bahkan tehnya juga dicampur dengan lumpur dan kotoran kambing agar terlihat seperti asli.

Meskipun saat ini sudah tidak ada praktik sangat kotor seperti dulu, tidak ada salahnya kita tetap berhati-hati. Brand dapat menaikkan harganya karena mereka percaya diri akan reputasinya di dalam komunitas teh, dan kita membayar reputasi tersebut untuk mendapatkan teh yang terbaik dan sesuai standar.

Penjual teh yang baik tidak akan sungkan untuk memberitahu bahan apa saja yang terkandung dalam teh mereka, kapan dan di mana tehnya dipetik, dan apakah mereka menggunakan tambahan perisa/aroma atau tidak.

Teh langka dan unik

Selanjutnya yang bisa membuat harga teh naik adalah kelangkaan alias suplai daun teh yang sedikit.

Teh putih biasanya lebih mahal dari kebanyakan teh hijau dan teh hitam, karena hasil panennya tidak sebanyak teh hijau dan hitam. Daun teh putih adalah yang masih muda, yang paling pucuk, dan biasanya dipetik langsung dengan tangan. Penggunaan mesin dan peralatan berpotensi merusak daunnya.

Selain teh putih, ada beberapa varian teh yang langka dan unik. Ada teh yang hanya berasal dari lokasi tertentu, atau teh yang hanya dipanen pada musim tertentu saja.

Apakah teh yang langka rasanya selalu lebih baik?

Belum tentu, karena ingat, yang dijual bukan rasanya, tetapi jumlahnya yang sedikit sehingga sulit didapatkan. Bisa saja teh jenis tersebut langka di indonesia sehingga mahal, tetapi murah dan malah lebih baik di tempat lain.

Cara memilih teh yang berkualitas

Jadi bagaimana memilih teh yang bagus?

Pertama: Coba teh-teh yang dijual dari vendor-vendor kecil di toko online.

Ada banyak variasi teh tubruk atau loose leaf tea dengan harga yang murah hingga mahal. Anda cuma perlu menambah budget anda sedikit saja dari teh celup yang biasanya anda beli, dan kualitasnya sudah beda jauh.

Teh yang berkualitas memang lebih mahal, tapi daun teh yang berkualitas bisa diseduh dua kali. Bahkan ada yang bisa diseduh hingga lebih dari 5 kali. Jadi apabila dilihat secara keseluruhan, teh yang lebih mahal tidak semahal itu kok.

Kedua: Pastikan teh anda tersimpan dengan benar. Teh yang disimpan dengan baik bisa tahan berbulan-bulan. Sebaliknya, teh yang tidak dijaga dengan baik akan kehilangan rasa dan aromanya dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.